Tampilkan postingan dengan label agribisnis ceria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agribisnis ceria. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Indomie..... serelaku...


Assalamualaikum...

#Jawab deh..
Malam ini gue benar-benar merasa bahagia, sama bahagianya kayak Presiden SBY yang telah berpidato di Konferensi International Labour Organization (ILO) #keprok-keprok histeris.
Yah, ujian akhir semester telah berlalu.. Yah UJIAN AKHIR SEMESTER, bukan UJIAN AKHIR KULIAH... Sial #dikutip dari shitlicious.com.
Senangnya bukan main, setelah selama ini otak kita telah digodog, dioseng-oseng, dirajang (masakan apaan neh) dan dijejali dengan materi dan slide-slide yang subhanaAllah abstrak sekali, akhirnya usai sudah. Usai sudah penderitaan kita dari penjajahan perkuliahan ini. Usai sudah, usai sudah,, usai,, usai.

#buat yang belum beres ujian #
#jleb-jleb
#Lempar tembelek

Tapi brother, saatnya kita turut berduka cita atas berpulang ke rahamtullah kepada saudara kita Alm. Ibu Ruyati binti Satibi, TKW asal Bekasi, Indonesia yang telah diesekusi pancung oleh algojo pemerintahan Arab Saudi 18 Juni 2011. Semoga Allah menerima amalannya. Almarhum terbukti melakukan pembunuhan kepada majikannya. Tahun 2009 Suyati pernah mengeluh kepada keluarganya bahwa majikannya itu sering kasar padanya. Sebelumnya tanggal 14 Juni 2011, Bapak Presiden mengatakan dalam pidatonya, “Indonesia telah mengambil langkah instusional, admistratif, dan memberdayakan pekerja migran kami.” Di ILO, Jenewa, Swiss.
Wah, sangat kontras ya... apalagi jika temen-temen tahu neh, ternyata ada 23 dari sekitar 1,2 Juta orang Indonesia yang akan menunggu giliran dipancung, Astaughfirullah... 

Selasa, 14 Juni 2011

ANOPA Menggalaukan Agribisnis


Assalaualaikum *woy jawab
Malam-malam, ujan lagi, enaknya ngomongin orang fenomenal neh...
Nazarudin yang sekarang lagi hot dog nya dibicarain ama orang-orang, perihal kasus yang serupa dengan melinda dee, yaitu berkenaan operasi anunya yang berlebihannya (ngaco lu vic)...
Ya, jadi katanya itu dia kabur bawa istri orang (yang ini lebih ngaco). ya, jadi dia diduga korupsi gitu dah. Wah wah...
Hal ini mungkin akibat dulunya dia suka ga jujur saat ujian *masa gue bakal kaya gitu. Kaya berita kemaren, yang bikin gue shock sambil kentut. Ada anak SD di Surabaya yang lapor ke ortunya karena disuruh gurunya menyebarkan jawaban ujiannya. Sang orang tua yang geram melihat anaknya dianiyaya dan peras otaknya #lebay# segera melaporkan ke pemerintahan daerah kota Tegal *bukannya di Surabaya?? (Olesin balsem dipantat). Dan karena kasus itu, sang kepala sekolah diturunkan jabatannya dan dua orang guru diturunkan pangkatnya. And actually, ga sampai situ. Karena perbuatan keluarga, hmm sebut saja bunga bangkai itu, mereka dikeroyok (didemo) warga setempat. Hingga akhirnya keluarga itu pulang ke rumah orang tua orang tuanya sang murid itu di Gresik.

What the heal!!!... apa yang terjadi, kenapa kucing bang Udin belum makan? Badak ngesot, kuda nil balet, Kebo kayang, jamban berak.

Seperti ini kah, kejujuran sudah dianggap sebagai suatu kenistaan hidup. Generasi penerus bangsa ini sudah tidak bisa jujur dari dini *orasigayabebas
Mungkin temen-temen bisa menilai sendiri mana yang tepat, apakah "Hidup Nyontek", "Yang Penting LULUS", "Jujur Nyok"...
Gara-gara masalah ini gue jadi keinget buat ngeceritain tentang facebook.

Apa hubungannya thovicaem??? #geram

Selasa, 07 Juni 2011

Sistem Agribisnis Kedelai Indonesia



Latar Belakang
Kedelai merupakan salah satu komoditi prioritas dalam program revitalisasi pertanian yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia. Kenapa perlu ditingkatkan karena seperti yang telah diketahui bahwa impor kedelai Indonesia mencapai lebih dari 50% kebutuhan akan konsumsi kedelai yaitu kurang lebih sebesar 1,2 juta ton pertahun.  Impor yang sangat tinggi ini disebabkan karena masyarakat lebih menyukai kedelai impor yang lebih besar daripada kedelai dalam negeri. Selain itu, masih banyak yang beranggapan bahwa kedelai merupakan tanaman subtropika sehingga sulit untuk dikembangkan. Bila dilihat dari daerah aslinya, anggapan ini memang tidak salah, tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi dimungkinkan untuk memperoleh varietas unggul untuk daerah tropika dengan kualitas yang tidak kalah.
Menurut Kompas.com, 3 September 2010, menyebutkan bahwa Harry bersama Arwin, Tarmizi, Masrizal, dan Muchlis Adie telah berhasil membuat kedelai Mutiara 1 sebagai varietas unggul yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian Suswono pada 22 Juli 2010. Deskripsi kedelai Mutiara 1 yang superbesar didasarkan pada bobot rata-rata 23,2 gram per 100 biji. Ini lebih besar daripada kedelai impor Amerika Serikat yang hanya sekitar 18 gram per 100 biji. Varietas kedelai hasil iradiasi nuklir yang diberi nama Mutiara 1 itu dikerjakan para periset Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) selama enam tahun antara 2004 dan 2010.

Senin, 06 Juni 2011

Diversifikasi Pengolahan Ikan Patin untuk Kemajuan Perekonomian Bangsa

Hai hai, sekali lagi gue lagi baik ama lu pada. Tangkap neh makanan seafood #lempar bekicot saus tinj*.


Latar Belakang
Hasil perikanan merupakan kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi cukup baik untuk dimanfaatkan. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pusat Statistika 2010, produksi ikan tahun 2007 seperti budidaya ikan laut sebesar 1,509,528 juta ton, sedangkan untuk budidaya tambak sebesar  933,832. Potensi ini seyogyanya dapat diimbangi dengan teknologi untuk pengolahannya. Hal ini tentunya dapat meningkatkan nilai ekonomi dan produksi komoditi tersebut. Salah satu cara yang bisa dikembangkan untuk memanfaatkan potensi hasil perikanan adalah dengan diversifikasi pengolahan, sebagai salah satu upaya penganekaragaman pangan dan memasyarakatkan hasil perikanan yang selama ini umumnya diolah secara langsung.
Ikan patin merupakan salah satu ikan  air tawar yang cukup dikenal di Indonesia, serta mempunyai nilai ekonomis. Rasa dagingnya yang lezat dan gurih sehingga digemari oleh masyarakat.  Produksi ikan patin pada tahun 2005 mencapai sekitar 15.600 ton/tahun. Tahun 2006 produksi patin mencapai 20.000 ton/tahun dengan 80% - 90% berasal dari jenis patin siam (Pangasius hypohthalamus  Sauvage), sehingga tahun 2009  target yang akan dicapai untuk ekspor ikan patin adalah 35.000 ton/tahun (www.lobster airtawar.com/berita_lat.htm.28k)
            Protein daging ikan patin cukup tinggi  yaitu 16,58%.  Daging ikan patin tebal dan tidak banyak duri, dari berat ikan rendemennya dapat mencapai sekitar  40 - 50%.  Selain itu ikan patin juga dapat hidup dan berkembang biak pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen yang rendah serta pertumbuhannya tergolong cepat (Susanto dan Amri 1997). Sayangnya pemanfaatan ikan patin sebagai bahan pangan masih terbatas. Berdasarkan hal ini,  perlu dilakukan diversifikasi pengolahan terhadap komoditi ikan patin agar nilai ekonomi ikan ini meningkat. Tentunya harga jual ikan dalam bentuk olahan daging akan lebih tinggi dibandingkan dengan berupa daging mentah. Penganekaragaman produk dengan bahan baku ikan air patin ini juga akan meningkatkan selera konsumen dan akan membantu mensejahterkan masyarakat.

Sabtu, 04 Juni 2011

Agroindustri dan Pemasaran Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) sebagai Sumber Energi Hijau yang Terbarukan (Biofuel) serta Kebijakan Pengembangannya di Indonesia

Hmm, kali ini gue lagi berbaik hati ngasih temen-temen ilmu. Neh makanan jarak pagar oleh gue dan temen-temen gue yang metal-metal. *akhirnya ilmu agribisnis gue kepake juga,, http://www.emocutez.com hahha *maafkan mahasiswa mu yang satu ini pak!!! http://www.emocutez.com


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Berdasarkan pengamatan terhadap keragaman di alam, tumbuhan ini diyakini berasal dari Amerika Tengah, tepatnya di bagian selatan Meksiko. Ke Indonesia, tumbuhan ini didatangkan oleh Jepang ketika menduduki Indonesia antara tahun 1942 dan 1945. Tumbuhan ini direncanakan sebagai sumber bahan bakar alternatif bagi tank dan pesawat perang sewaktu Perang Dunia II. Tanaman jarak ini termasuk ke dalam tanaman yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya, dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur asalkan memiliki drainase baik (tidak tergenang) dengan pH tanah optimal 5.0–6.5. Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan jika dipelihara dengan baik dapat hidup lebih dari 20 tahun. Ia sanggup menghasilkan secara ekonomis pada tempat dengan curah hujan hanya empat bulan, berbeda dari kelapa sawit yang memerlukan curah hujan konstan untuk hasil terbaiknya.
Kegunaan dan manfaat tanaman jarak pagar ini banyak sekali. Selain bijinya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif, seluruh bagian dari jarak pagar ini dapat dimanfaatkan sebagai produk agribisnis non-pangan. Mulai dari daun sampai kulit batang memiliki produk  turunan, misalkan : ekstraksi daun dan getah dapat dimanfaatkan menjadi obat-obatan (biofarmaka), ekstraksi kulit batang dijadikan tannin dan pupuk, dan cangkang buah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan biogas. Dari seluruh manfaat tanaman jarak pagar ini, pengembangan sumber energi alternatif (biofuel) adalah yang menjadi fokus utama pemanfaatan tanaman jarak pagar ini. Hal tersebut terlihat dalam Deklarasi Gerakan Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Krisis BBM melalui penanaman jarak pagar pada tahun 2005.
Di tengah krisis energi yang melanda dunia sebagai akibat kelangkaan sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini telah mendorong pemerintah untuk mengupayakan penghematan energi nasional dari bahan yang dapat diperbaharui, khususnya tanaman jarak pagar. Tanaman jarak pagar sangat potensial sebagai penghasil minyak nabati yang dapat di olah menjadi bahan minyak pengganti minyak bumi (solar dan minyak tanah). Menurut data Automotif Diesel Oil (ADO), konsumsi bahan bakar minyak Indonesia sejak tahun 1995 telah melebihi produksi dalam negeri dan diperkirakan cadangan minyak Indonesia akan habis dalam kurun waktu 10-15 tahun depan. Untuk menjawab kelangkaan dan keterbatasan energi fosil tersebut, beberapa gerakan telah dicanangkan oleh Presiden RI antara lain program revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan dengan salah satu fokusnya adalah pengembangan Research and Development (R&D) melalui pemanfaatan biodiesel berbahan baku hasil tanaman dan melaksanakan menghematan energi di segala lapisan masyarakat.
Prospek pengembangan biodiesel di Indonesia cukup menjanjikan. Dengan segala kekuatan daya dukung, kebutuhan akan bahan bakar sudah dapat diatasi dari hadirnya biodiesel. Pasar untuk biodiesel seperti halnya juga pada komoditas energi lainnya sangat luas, tetapi masih belum terbuka. Untuk itu, perlu upaya maksimal dari seluruh stakeholder untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat maupun petani bahwa biodiesel lebih menguntungkan dibandingkan BBM. Termasuk pemerintah untuk mampu memberikan kebijakan dan rencana yang solutif dalam hal pengembangan biodiesel di Indonesia.