Tampilkan postingan dengan label Ilmu Waras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Waras. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Agricultural Infrastructure Investment Financing for Sustaining Renewable Energy in Indonesia

The energy crisis is a major issue that has not been solved by countries in the world.  The replacement of fuel oil (diesel, kerosene, etc) has been intensively conducted by several countries in the world. Nowadays, the most alternative energy to replace them which has been implemented around the world is bio-fuel. Jatropha (Jatropha curcas L) is one of various plants which easy to adapt with its environment to grow. It is able to grow in  the critical soil. The development of jatropha has been flarely implemented in 2005-2006. This is supported by several policies. However, these policies have not been achieved. For example, the KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan) program which is existed today is not efficient yet. This caused by the high interest from the bank that must be paid before crop production. The farmers avoid to take high risk depending on the crop. Besides that problem, the other problems are collateral requirements, no guarantor for the disadvantages which farmers are the victims, and no market guarantee. All of those problems can be solved by agricultural infrastructure investment financing. The farmers or Gapoktan with dry land will be given the infrastructure investments (seed, fertilizer, pesticide). The role of government and the private sector here, besides as a provider of capital, are also as the market for Crude Jatropha Oil (CJO). Moreover, the farmers have to pay 20% of every the selling crop to pay off the infrastructure investment at the beginning. After payment is complete, farmers can still join with the institution program. This Financing will be monitored with high supervision so that it is properly used, and assistance and training directly to farmers in terms of production, human resource management and marketing.

My first abstract in English, actually still unsuccessful for a competition, but next time, InshaAllah.. pray the best for me guys... 

Selasa, 05 Juli 2011

I'll achieve my dreams

Assalamualaikum.

Good evening everybody. How are you. I'm stand here, I wanna tell you about my story. #kesambetjustinbieber.

Langsung aja yuk enyong-enyong ndengerin cerita (kesombongan) gue. Malam ini gue mau curhat aja ah. Kemarin tanggal 23 Juni, gue ketiban rejeki.
Yeah, gue lolos PIMNAS di Makassar...

#gila foto gue lagi agak gantengan
WAIT!!! Apa vic, Lo ke Makassar???? 

Hahaha, Iya, ga percaya ya lo, kalau gue bisa ke makassar. Dasar bisul jogging.

Balik lagi, gue lolos PIMNAS. ini bukan singkatan pekan imigrasi mahasiswa nasional, apalagi pekan imunisasi mahasiswa nasional #keroyok masa
Sungguh, sebuah puji syukur yang patut ane dan patner ane kak Ario syukuri. Karena ini merupakan kesempatan langka bisa berkompetisi dengan mahasiswa seIndonesia...

Selain itu, ini karena memang gue bisa berkesempatan naik pesawat terbang untuk pertama kalinya #ngenes. Dan sebuah pencapaian luar biasa buat bocah gaul asal Tegal ini bisa kesasar di sana.

Maaf disensor, takut teman-teman ga kuat dengan kegantengannya
Hahaha, silahkan yang mau lempar-lempar obeng ke gue, karena ngiri,, hahaha.
Di sana juga gue berkesempatan untuk mengunjungi trans studio. #Ngrebus wipol.


Atau kalau enggak, mungkin setidaknya gue akan berkunjung ke pantai Losari... #semburairkeras


Sungguh lebih dari hal yang kurang berarti itu, hal ini menjadi sebuah amanah yang ga kecil dan gampang. Gue ngebawa nama institusi, fakultas, departemen, dan nama eyank buyut gue juga. Tetapi ini bukan berarti sebuah hambatan, akan tetapi menjadi motivasi gue untuk menyumbangkan emas, #InsyaAllah, Amin.

Beberapa hal yang ingin enyong sarankan sebagai mahasiswa ngenes yang masih merintis kesuksesan untuk dapat meraih prestasi:

1. Niatkan dari awal sebagai sebuah keikhlasan, Lillahi Ta'ala
Wah kalau yang ini senantiasa masih diusahakan gue. Biasanya orang akan bisa menerima dengan ikhlas apapun hasilnya nanti. Sebuah teori yang saya anggap benar adalah hasil=usaha+doa. Semoga dengan begitu kita senantiasa bisa melalui semuanya dengan hati yang lapang. Selamat bekerja keras untuk ini. 

2. Mau Mencoba
Haha, klasik memang, tapi sebegitu klasiknya sampai orang sangat sulit untuk melakukan first step. Untuk bisa meraih sebuah prestasi kita mesti mau untuk mencoba, ya tentunya tidak asal coba. Perlu persiapan yang matang dan yang terpenting adalah kemauan, #KejedotSamaKepalaMarioTeguh
3. Mencari ide kreatif dan inovatif
Wehehe, kalau yang ini agaknya menjadi hal yang wajib saat kita membuat sebuah karya. Menginjak era globalisasi, sudah bukan hal yang asing dengan perkembangan teknologi dan sains. Teman-teman ga usah memaksakan untuk bisa langsung mendapatkan ide. Hal yang penting untuk dilakukan adalah diantaranya open mind, membaca, mengamati, jalan-jalan dan lain-lain, Ide itu sendiri bisa mucul dimana saja loh dan kapan saja. Gue aja paling sering muncul ide kalau lagi (maaf) buang air besar. Hehehehe, perasaan mantap, lega dan dapat abis.... tiiiiiiiiiitttttt 

4. Take Note
Ibarat sebuah buruan yang begitu didapat langsung diikat, maka penemuan ide haruslah kita catat. Jangan sampai ide yang baru dan telah matang hilang karena kita lupa. Menulis juga dapat membuat kita lebih mengerti ketimbang kita hanya mendengar.
5. Bermimpi, percaya dan semangat
Saat teman-teman udah memutuskan jalan hidup teman-teman, tidak ada salahnya untuk membuat mimpi setinggi-tingginya. Mimpi yang tinggi bukan berarti lantas kita takut atau merasa tidak dapat menggapainya. Melainkan menjadikan sebuah motivasi dalam diri untuk dapat mencapainya. Percayalah, bahwa apa yang kita sugestikan dalam diri kita maka itu yang akan kita perjuangkan dan InsyaAllah akan terjadi.

Hahaha, kali ini emang lagi ga bisa ngebanyol kaya dulu-dulu. Saran di atas hanya sekedar sharing, dan bukan suatu hal yang harus dipercaya #musyrik ntar lo. Semangat berprestasi teman-teman.

Dreams, Believe, Pray and Let make it happen, make people who love you smile... hmm...

wassalamualaikum

Selasa, 07 Juni 2011

Sistem Agribisnis Kedelai Indonesia



Latar Belakang
Kedelai merupakan salah satu komoditi prioritas dalam program revitalisasi pertanian yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia. Kenapa perlu ditingkatkan karena seperti yang telah diketahui bahwa impor kedelai Indonesia mencapai lebih dari 50% kebutuhan akan konsumsi kedelai yaitu kurang lebih sebesar 1,2 juta ton pertahun.  Impor yang sangat tinggi ini disebabkan karena masyarakat lebih menyukai kedelai impor yang lebih besar daripada kedelai dalam negeri. Selain itu, masih banyak yang beranggapan bahwa kedelai merupakan tanaman subtropika sehingga sulit untuk dikembangkan. Bila dilihat dari daerah aslinya, anggapan ini memang tidak salah, tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi dimungkinkan untuk memperoleh varietas unggul untuk daerah tropika dengan kualitas yang tidak kalah.
Menurut Kompas.com, 3 September 2010, menyebutkan bahwa Harry bersama Arwin, Tarmizi, Masrizal, dan Muchlis Adie telah berhasil membuat kedelai Mutiara 1 sebagai varietas unggul yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian Suswono pada 22 Juli 2010. Deskripsi kedelai Mutiara 1 yang superbesar didasarkan pada bobot rata-rata 23,2 gram per 100 biji. Ini lebih besar daripada kedelai impor Amerika Serikat yang hanya sekitar 18 gram per 100 biji. Varietas kedelai hasil iradiasi nuklir yang diberi nama Mutiara 1 itu dikerjakan para periset Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) selama enam tahun antara 2004 dan 2010.

Senin, 06 Juni 2011

Diversifikasi Pengolahan Ikan Patin untuk Kemajuan Perekonomian Bangsa

Hai hai, sekali lagi gue lagi baik ama lu pada. Tangkap neh makanan seafood #lempar bekicot saus tinj*.


Latar Belakang
Hasil perikanan merupakan kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi cukup baik untuk dimanfaatkan. Bagaimana tidak, berdasarkan data Badan Pusat Statistika 2010, produksi ikan tahun 2007 seperti budidaya ikan laut sebesar 1,509,528 juta ton, sedangkan untuk budidaya tambak sebesar  933,832. Potensi ini seyogyanya dapat diimbangi dengan teknologi untuk pengolahannya. Hal ini tentunya dapat meningkatkan nilai ekonomi dan produksi komoditi tersebut. Salah satu cara yang bisa dikembangkan untuk memanfaatkan potensi hasil perikanan adalah dengan diversifikasi pengolahan, sebagai salah satu upaya penganekaragaman pangan dan memasyarakatkan hasil perikanan yang selama ini umumnya diolah secara langsung.
Ikan patin merupakan salah satu ikan  air tawar yang cukup dikenal di Indonesia, serta mempunyai nilai ekonomis. Rasa dagingnya yang lezat dan gurih sehingga digemari oleh masyarakat.  Produksi ikan patin pada tahun 2005 mencapai sekitar 15.600 ton/tahun. Tahun 2006 produksi patin mencapai 20.000 ton/tahun dengan 80% - 90% berasal dari jenis patin siam (Pangasius hypohthalamus  Sauvage), sehingga tahun 2009  target yang akan dicapai untuk ekspor ikan patin adalah 35.000 ton/tahun (www.lobster airtawar.com/berita_lat.htm.28k)
            Protein daging ikan patin cukup tinggi  yaitu 16,58%.  Daging ikan patin tebal dan tidak banyak duri, dari berat ikan rendemennya dapat mencapai sekitar  40 - 50%.  Selain itu ikan patin juga dapat hidup dan berkembang biak pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen yang rendah serta pertumbuhannya tergolong cepat (Susanto dan Amri 1997). Sayangnya pemanfaatan ikan patin sebagai bahan pangan masih terbatas. Berdasarkan hal ini,  perlu dilakukan diversifikasi pengolahan terhadap komoditi ikan patin agar nilai ekonomi ikan ini meningkat. Tentunya harga jual ikan dalam bentuk olahan daging akan lebih tinggi dibandingkan dengan berupa daging mentah. Penganekaragaman produk dengan bahan baku ikan air patin ini juga akan meningkatkan selera konsumen dan akan membantu mensejahterkan masyarakat.

Sabtu, 04 Juni 2011

Agroindustri dan Pemasaran Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) sebagai Sumber Energi Hijau yang Terbarukan (Biofuel) serta Kebijakan Pengembangannya di Indonesia

Hmm, kali ini gue lagi berbaik hati ngasih temen-temen ilmu. Neh makanan jarak pagar oleh gue dan temen-temen gue yang metal-metal. *akhirnya ilmu agribisnis gue kepake juga,, http://www.emocutez.com hahha *maafkan mahasiswa mu yang satu ini pak!!! http://www.emocutez.com


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Berdasarkan pengamatan terhadap keragaman di alam, tumbuhan ini diyakini berasal dari Amerika Tengah, tepatnya di bagian selatan Meksiko. Ke Indonesia, tumbuhan ini didatangkan oleh Jepang ketika menduduki Indonesia antara tahun 1942 dan 1945. Tumbuhan ini direncanakan sebagai sumber bahan bakar alternatif bagi tank dan pesawat perang sewaktu Perang Dunia II. Tanaman jarak ini termasuk ke dalam tanaman yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya, dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur asalkan memiliki drainase baik (tidak tergenang) dengan pH tanah optimal 5.0–6.5. Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan jika dipelihara dengan baik dapat hidup lebih dari 20 tahun. Ia sanggup menghasilkan secara ekonomis pada tempat dengan curah hujan hanya empat bulan, berbeda dari kelapa sawit yang memerlukan curah hujan konstan untuk hasil terbaiknya.
Kegunaan dan manfaat tanaman jarak pagar ini banyak sekali. Selain bijinya yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif, seluruh bagian dari jarak pagar ini dapat dimanfaatkan sebagai produk agribisnis non-pangan. Mulai dari daun sampai kulit batang memiliki produk  turunan, misalkan : ekstraksi daun dan getah dapat dimanfaatkan menjadi obat-obatan (biofarmaka), ekstraksi kulit batang dijadikan tannin dan pupuk, dan cangkang buah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan biogas. Dari seluruh manfaat tanaman jarak pagar ini, pengembangan sumber energi alternatif (biofuel) adalah yang menjadi fokus utama pemanfaatan tanaman jarak pagar ini. Hal tersebut terlihat dalam Deklarasi Gerakan Nasional Penanggulangan Kemiskinan dan Krisis BBM melalui penanaman jarak pagar pada tahun 2005.
Di tengah krisis energi yang melanda dunia sebagai akibat kelangkaan sumber bahan bakar fosil telah menyebabkan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini telah mendorong pemerintah untuk mengupayakan penghematan energi nasional dari bahan yang dapat diperbaharui, khususnya tanaman jarak pagar. Tanaman jarak pagar sangat potensial sebagai penghasil minyak nabati yang dapat di olah menjadi bahan minyak pengganti minyak bumi (solar dan minyak tanah). Menurut data Automotif Diesel Oil (ADO), konsumsi bahan bakar minyak Indonesia sejak tahun 1995 telah melebihi produksi dalam negeri dan diperkirakan cadangan minyak Indonesia akan habis dalam kurun waktu 10-15 tahun depan. Untuk menjawab kelangkaan dan keterbatasan energi fosil tersebut, beberapa gerakan telah dicanangkan oleh Presiden RI antara lain program revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan dengan salah satu fokusnya adalah pengembangan Research and Development (R&D) melalui pemanfaatan biodiesel berbahan baku hasil tanaman dan melaksanakan menghematan energi di segala lapisan masyarakat.
Prospek pengembangan biodiesel di Indonesia cukup menjanjikan. Dengan segala kekuatan daya dukung, kebutuhan akan bahan bakar sudah dapat diatasi dari hadirnya biodiesel. Pasar untuk biodiesel seperti halnya juga pada komoditas energi lainnya sangat luas, tetapi masih belum terbuka. Untuk itu, perlu upaya maksimal dari seluruh stakeholder untuk menanamkan kepercayaan kepada masyarakat maupun petani bahwa biodiesel lebih menguntungkan dibandingkan BBM. Termasuk pemerintah untuk mampu memberikan kebijakan dan rencana yang solutif dalam hal pengembangan biodiesel di Indonesia.